ANALISIS KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SDN 2 KEBERAK KECAMATAN BELIMBING HULU KABUPATEN MELAWI TAHUN AJARAN 2021/2022

 


 

 

ANALISIS KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SDN 2 KEBERAK KECAMATAN BELIMBING HULU KABUPATEN MELAWI TAHUN AJARAN 2021/2022


 

 

Abstract: This study aims to describe the activity of students in the thematic learning of class V SDN 2 Keberak. This research is motivated by the condition of students who are less active in learning. The approach used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques using observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. Data collection tools are in the form of observation sheets, interview sheets, and documentation. The data analysis technique uses Miles and Huberman's analysis techniques through data collection, data reduction, data display, and conclusions. The validity of the data using source triangulation and technique triangulation. The results showed that some students were less active and could not concentrate fully during the learning process. Factors that affect student activity are student background, parental background, student health, and not yet fluent in reading. The teacher's efforts to overcome these factors are by always evaluating, seeing student deficiencies in learning, then trying to avoid giving questions or assignments. That is too difficult; invite students always to play an active role and provide feedback to students. The study results show that the activeness of the fifth-grade students at SDN 2 Keberak was still said to be good; there were two to four students who were still less active in learning, and overall the more active students dominated.

 

Keywords: Analysis, Activeness, Learning

 

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keaktifan siswa pada pembelajaran tematik kelas V SDN 2 Keberak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi siswa yang kurang aktif pada pembelajaran. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang kurang aktif dan tidak bisa berkonsentrasi penuh pada saat pembelajaran berlangsung. Faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa, adalah latar belakang siswa, latar belakang orang tua, kesehatan siswa, dan belum lancar dalam membaca.Upaya guru mengatasi faktor tersebut, yaitu dengan selalu melakukan evaluasi, melihat kekurangan siswa dalam belajar, kemudian berusaha menghindari memberi pertanyaan atau tugas yang terlalu sulit, mengajak siswa selalu berperan aktif, dan memberikan umpan balik kepada siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keaktifan siswa kelas V SDN 2 Keberak masih dikatakan baik terdapat dua sampai empat siswa yang masih kurang aktif dalam belajar, secara keseluruhan siswa yang aktif lebih mendominasi.

 

Kata Kunci: Analisis, Keaktifan, Pembelajaran



 

PENDAHULUAN

    Keaktifan peserta didik dalam proses belajar merupakan upaya peserta didik dalam memperoleh pengalaman belajar, yang mana keaktifan belajar peserta didik dapat ditempuh dengan upaya kegiatan belajar kelompok maupun belajar secara perorangan. Keaktifan belajar penting dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang aktif, peran sekolah, guru, dan siswa memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar senantiasa terjadi proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusia yaitu siswa sebagai siswa yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar, dengan siswa sebagai subjek pokoknya (Resmi Farmi, 2020:5).
    Nana Sudjana (2012:61), mengungkapkan bahwa keaktifan merupakan hal yang sangat terpenting dalam proses pembelajaran berlangsung, sehingga dalam proses kegiatan belajar dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya. Peserta didik juga dapat berlatih untuk berpikir kritis dan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswalah yang seharusnya banyak aktif, karena siswa sebagai subjek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar (Daryanto dan Rachmawati 2015:21). Berdasarkan hasil observasi awal dengan surat izin dari STKIP Persada Khatulistiwa Sintang dengan nomor : 067/B5/C11/V/2022, observasi dilakukan pada tanggal 18 Mei 2022 yang dilakukan peneliti dikelas V SDN 2 Keberak yang berjumlah 9 orang, dapat dilihat bahwa proses pembelajaran dalam pelajaran tematik masih belum maksimal. Hal ini tampak pada masalah-masalah yang ditemukan peneliti sebagai berikut: (1) siswa hanya mendengarkan materi dari guru saja tanpa interaksi dari siswa, (2) siswa kurang percaya diri jika bertanya langsung kepada guru, (3) pengajaran yang berfokus pada guru menyebabkan siswa kurang mandiri dan membatasi wawasan berfikir siswa, (4) kemampuan mendengarkan siswa yang rendah ditunjukan dengan banyaknya siswa yang berbicara sendiri, bermain dengan teman dan tidak memperhatikan guru.

Beberapa kajian penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.      Zainul Amry dan Laelatul Badriah (2018) “Pembelajaran Tematik Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik” Mengemukakan bahwa keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran tematik, terlihat dari antusias peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar mengajar baik dari segi aktivitas maupun kreatifitas, ketika peneliti mengajar dengan tematik peserta didik terlihat senang dan bersemangat, karena peserta didik tidak hanya diberi penjelasan dan mencatat saja namun peserta didik terjun langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Baik dalam mengamati teori maupun mempraktekkan teori yang dibahas.

Pembelajaran tematik dapat meningkatkan keaktifan peserta didik kelas II di MI Ma’arif Kadipolo Salam Magelang. Hal ini terlihat dari hasil penelitian tindakan kelas dari siklus I ke siklus II yakni diperoleh bahwa presentase siklus I sebesar 50%, sedangkan prosentase siklus II sebesar 83,33%. Adapun selisih peningkatan keaktifan dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 33,3%.

2.      Mujiati Astuti Analisis (2020) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik di Kelas IV A SDIT Al-Qur'aniyyah” Mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa pada pembelajaran tematik di kelas IV A SDIT Al-Qur’aniyyah diantaranya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari 1). Faktor Fisiologi yang meliputi, keadaan jasmani dan fungsi jasmani. 2). Faktor Psikologis meliputi, perhatian, tanggapan, ingatan, motivasi dan minat. Kemudian faktor eksternal terdiri dari 1). Faktor Non-sosial yang meliputi tempat, suasana dan fasilitas belajar 2). Faktor Sosial meliputi, guru, teman dan keluarga. Dengan adanya faktor-faktor tersebut dapat mendukung kegiatan pembelajaran tematik berjalan dengan lancar sehingga keaktifan belajar siswa dapat meningkat.

3.      Muhamad Rizqi Amridzal Luthfi, Choirul Huda, Joko Susanto (2021) “Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik Kelas V Tema 8 di SD Negeri 1 Selo Kabupaten Grobogan Jawa Tengah” Mengemukakan bahwa keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan. Keaktifan belajar pada siklus 1 pertemuan 1 yaitu 59,77% dilanjutkan dengan pertemuan 2 yaitu sebesar 60%. Berdasarkan hasil siklus 1 tersebut telah menunjukkan peningkatan. Peningkatan yang terjadi di siklus 1 juga terjadi pada siklus 2. Pada siklus 2 59,77% 60.00% 68.09% 69.53% 75.48% 79.53% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% Siklus 1 Pertemuan 1 Siklus 1 Pertemuan 2 Siklus 2 Pertemuan 1 Siklus 2 Pertemuan 2 Siklus 3 Pertemuan 1 Siklus 3 Pertemuan 2 Perbandingan Keaktifan Belajar Siswa Siklus I, II , dan III Siklus 1 Pertemuan 1 Siklus 1 Pertemuan 2 Siklus 2 Pertemuan 1 Siklus 2 Pertemuan 2 Siklus 3 Pertemuan 1 Siklus 3 Pertemuan 2 pertemuan 1 presentase keaktifan belajarnya adalah 68,09%. Selanjutnya pada pertemuan 2 yaitu sebesar 69,53%. Berdasarkan hasil siklus 2 tersebut juga telah menunjukkan peningkatan. Kemudian meningkat pada siklus 3 pertemuan 1 menjadi 75,48%, dan pertemuan 2 sebesar 79,53%. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas V Tema 8 di SD Negeri 1 Selo Tahun Pelajaran 2020/2021.

4.      Resi Farmi (2020) “Analisis Keaktifan Belajar Siswa Kelas V Sd Negeri 72 Banda Aceh” Mengemukakan bahwa siswa kelas V SD Negri 72 Banda Aceh sudah memiliki tingkat keaktifan yang baik dalam proses belajar di kelas, hal ini dapat dilihat dari hasil obervasi yang diperoleh bahwa siswa senantiasa mempersiapkan alat tulis sebelum pembelajaran berlangsung, siswa memperhatikan setiap kali guru mejelaskan pelajaran dan siswa melakukan kerja sama dalam kelompok dalam menyelesaikan soal pelajaran.

5.      Siti Lilis Saniah, Heni Pujiastuti (2021) “Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Di SD Bakung III” Mengemukakan bahwa penggunaan media pembelajaran di sekolah dasar dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Am, 2011), yang menyatakan bahwa media pembelajaran mempunyai fungsi memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalisme, mengatasi keterbatasan waktu, ruang dan daya indra, penggunaan media dapat mengatasi sifat pasif pada siswa. Mengingat diusia siswa yang memang membutuhkan sesuatu yang konkrit untuk menunjang pembelajaran yang baik dan karena dampak dari pandemi covid-19 yang mengharuskan guru untuk mencari alternatif lain agar kegiatan belajar mengajar tetap terlaksana dengan baik.

METODE PENELITIAN

    Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah  Pendekatan Kualitatif. Penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, agar dapat memperoleh dan menganalisis informasi tentang keaktifan siswa pada pembelajaran Tematik siswa kelas V SDN 2 Keberak Tahun Pelajaran 2021/2022. Teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan komunikasi langsung berupa observasi dan wawancara yang mengacu pada lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi pada setiap kegiatan penelitian. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik trianggulasi yaitu tringgulasi teknik dan tringgulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data secara kualitatif deskriptif, menggunakan analisis milik Miles dan Huberman (Gunawan, 2017 : 211) yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan atau verifikasi data (drawing data/data verifying).

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.        Hasil  

a.         Berdasarkan observasi yang dilakukan pada hari rabu 18 mei 2022 pukul 08.30 – 10.00 wib dikelas V pada saat proses pembelajaran baru dimulai, sembilan siswa yang di observasi semuanya masih terlihat bersungguh – sungguh mengikuti awal pelajaran dan peneliti belum melihat siswa yang ribut dalam dikelas juga tidak menggangu teman didalam kelas, semua masih berjalan dengan baik, pada saat bel berbunyi semua siswa/siswi sudah berada dikursi mejanya masing masing dan peneliti tidak menemuklan siswa yang terlambat masuk kelas, selanjutnya pada saat menyampaikan tujuan pembelajaran peneliti menemukan bahwa terdapat dua siswa yang tidak berfokus untuk memperhatikan guru yang sedang berbicara dan bermain sendiri saat proses belajar mengajar berlangsung yakni siswa yang berinisial AN dan DB, dan ketujuh siswa/siswi lainya fokus untuk memperhatikan guru terlepas dari kedua siswa yang berbicara sendiri proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

b.        Faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa beberapa hal dapat menjadi penyebab kesulitan siswa saat belajar, hal tersebut karena latar belakang siswa, latar belakang siswa dalam arti siswa kurang belajar dirumah atau malas untuk belajar, kemudian faktor latar belakang orang tua, latar belakang dalam arti orang tua yang sibuk kerja sehingga tidak sempat untuk memberikan pelajaran berupa materi kepada siswa, dan sifat kekanak-kekanakan

c.         Upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi faktor keaktifan siswa beberapa metode yang sering digunakan pak H pada saat proses belajar mengajar berlangsung dengan menerapkannya sesuai dengan situasi dan kondisi metode yang sering digunakan merupakan metode ceramah dan tanya jawab, hal menarik dari metode yang diterapakan sehingga pembelajaran menjadi menyenakan dan siswa menjadi aktif.

2.        Pembahasan

a.         Keaktifan siswa pada pembelajaran tematik siswa SDN 2 keberak Berdasarkan dari hasil observasi dan wawancara siswa dan wawancara guru ditemukan bahwa ada beberapa siswa yang kurang aktif dan tidak bisa berkonsentrasi penuh pada saat belajar mengajar berlangung, walau demikian siswa yang aktif menjawab dan aktif bertanya lebih mendominasi, dan juga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Menurut Rousseau dalam (Sardiman, 2010) juga menyatakan bahwa setiap orang yang belajar harus aktif sendiri, tanpa ada aktifitas proses pembelajaran tidak akan terjadi. Thorndike mengemukakan keaktifan belajar siswa dalam belajar dengan hukum “law of exercise”-nya menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya latihan-latihan dan Mc Keachie menyatakan berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa individu merupakan “manusia belajar yang aktif selalu ingin tahu” ( Astri Sutisnawati, Luthfi Hamdani Maula, & Syifa Tiara Naziaha, 2020)

b.         Faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa SDN 2 keberak pada pembelajaran tematik Faktor internal latar belakang siswa sangat mempengaruhi pengaruhi keaktifan siswa, siswa yang rajin belajar dan kurang bermain main akan sangat berbeda dengan siswa yang dan terlalu banyak bermain. Adapun faktor psikologis yang menghambat keaktifan belajar siswa yaitu perhatian. Sedangkan faktor sosial yang menjadi faktor penghambat keaktifan belajar siswa yaitu teman sebaya, dan juga sifat kekanak kanakan siswa Usia anak anak sekolah dasar memang masih bisa terbilang masih dini, karena rasa ingin bermain kepada teman memang masih tinggi dibandingkan dengan belajar bersama, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi  keaktifan belajar siswa disekolah, Faktor eksternal seperti latar belakang orang tua juga mempengaruhi, seperti bimbingan orang tua terhadap anak kurang, akan berbeda dengan orang tua yang selalu memberikan ajaran anak dirumah dan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan, seshingga siswa rasa ingin belajarnya kurang dan itu salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan siswa saat belajar disekolah.

c.         Upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi penghambat keaktifan siswa pada pembelajaran tematik kelas V SDN 2 Keberak. Upaya peningkatan keaktifan siswa guru dapat berperan dengan merekayasa sistem pembelajaran secara sistematis, sehingga merangsang keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Kegiatan-kegiatan guru yang dapat mempengaruhi keaktifan siswa. Berdasarkan hasil dari wawancara kepada bapak H selaku wali kelas V SDN 2 keberak, ia mengemukakan : Selalu melakukan evaluasi melihat kekurangan siswa dalam belajar kemudian berusaha  menghindari memberi pertanyaan yang atau tugas yang terlalu sulit, mengajak siswa selalu berperan aktif siswa diajak menulis hal hal yang penting dalam materi pelajaran terutama hal hal yang baru baru bagi siswa, membentuk kelompok belajar, pendekatan personal sesuai dengan kebutuhan siswa dan memberikan umpan balik kepada siswa” Hal ini sejalan dengan pendapat Moh. Uzer Usman (2009:26-27) upaya peningkatan keaktifan siswa adalah: 1) Memberikan motivasi atau menarik perhatian peserta didik, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran; 2) Menjelaskan tujuan instruksional (kemampuan dasar kepada peserta didik); 3) Mengingatkan kompetensi belajar kepada peserta didik; 4) Memberikan stimulus (masalah, topik, dan konsep yang akan dipelajari); 5) Memberikan petunjuk kepada peserta didik cara mempelajari; 6) Memunculkan aktifitas, partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, 7) Memberikan umpan balik (feedback); 8) Melakukan tagihan-tagihan kepada peserta didik berupa tes sehingga kemampuan peserta didik selalu terpantau dan terukur; 9) Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan diakhir pembelajaran. Keaktifan dapat ditingkatkan dan diperbaiki dalam keterlibatan siswa pada saat belajar (Nugroho Wibowo, 2016:130).

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data, maka diperoleh kesimpulan dan saran terkait dengan keaktifan siswa pada pembelajaran tematik kelas V SDN 2 Keberak sebagai berikut:

1.      Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Tematik Kelas V SDN 2 Keberak Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi masih dikatakan baik, karena dari keseluruhan terdapat dua sampai empat siswa yang masih kurang aktif dalam belajar, secara keseluruhan siswa yang aktif lebih mendominasi, siswa yang kurang aktif dalam belajar dapat dilihat dari pada proses pembelajaran berlangsung masih bermain sendiri, mengganggu teman dan membuat kegaduhan, sehingga mengganggu teman yang benar benar memperhatikan, dan sekitar enam siswa hanya ribut sewajarnya saja, sedangkan siswa yang benar benar tidak ribut, berani menjawab dan bertanya terdapat empat siswa.

2.      Faktor yang mempengaruhi Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Tematik Kelas V SDN 2 Keberak Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi ada beberapa faktor penyebab rendahnya keaktifan siswa,  karena latar belakang individu siswa, latar belakang orang tua, sifat kekanak kanakan siswa kesehatan siswa dan kurang lancar dalam membaca sehingga beberapa faktor tersebut yang menyebabkan siswa kurang aktif dalam belajar.

3.      Upaya Guru Mengatasi Faktor Penghambat Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Tematik Kelas V SDN 2 Keberak Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi dengan selalu melakukan evaluasi, melihat kekurangan siswa dalam belajar kemudian berusaha  menghindari memberi pertanyaan yang atau tugas yang terlalu sulit, mengajak siswa selalu berperan aktif, pendekatan personal sesuai dengan kebutuhan siswa dan memberikan umpan.

 

DAFTAR RUJUKAN

 

Astri Sutisnawati, Luthfi Hamdani Maula, & Syifa Tiara Naziaha. (2020). Analisis Keaktifan Belajar Siswa Selama Pembelajaran. JURNAL JPSD, 7(2), 109-120.

Rahmi, T. 2020. Analisis Keaktifan Belajar Anak Lamban Belajar (Slow Learner) Kelas 4 di SD Muhammadiyah 04 Batu (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang).

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Mrthods). Bandung : Alfabeta.

Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar Dan Pembelajaran. Fitrah, 03, 337-338

Payon, F. F., Andrian, D., & Mardikarini, S. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Belajar Peserta didik Kelas III SD. Jurnal Ilmiah Kontekstual, 2, 57.

 

 

 

 

Komentar