Artikel Pendidikan Karakter
PENDIDIKAN
KARAKTER
Artikel Pembentukan Karakter Pada
Anak Indonesia
Fransiskus
ajay
1809061574
D9
PROGRAM
STUDI PGSD PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
A. Latar belakang masalahDewasa ini pemerintah sudah merencanakan serta sudah mengupayakan dalam setiap proses pembelajaran harus disisipi pembelajaran karakter agar kelak tercipta generasi-generasi bangsa yang bermartabat.Hal ini sesuai dengan visi dan misi bangsa Indonesia pada masa mendatang yang telah termuat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yaitu mewujudkan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisplin dan bertanggung jawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.Terlihat dengan jelas GBHN mengamanatkan tentang arah kebijakan dibidang pendidikan diantaranya yaitu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan, sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan watak atau karakter pendidik dan budi pekerti.1) Mengupas Makna KarakterKarakter merupakan suatu dimensi psikososial dari diri Individu yang mana bisa dibentuk dengan tata cara yang bertahap dalam jangka waktu yang panjang. Seringkali pembentukan karakter anak dimulai sejak dalam kandungan hingga dirinya dewasa dengan keterlibatan peran keluarga dalam pembentukan kepribadian. Karakter ini merupakan suatu keadaan yang berinteraksi secara internal dalam diri Individu dan memiliki keterkaitan yang erat dalam konteks lingkungan tempat Individu berada. Karakter merupakan suatu keadaan somatopsikis yang dimiliki seseorang sejak dirinya berinteraksi dengan lingkungannya dari dalam kandungan.Menurut (King, 2012) Pembentukan karakter ini merujuk pada bawaan individu serta merujuk pula pada pengalaman individu ketika berada di lingkungannya baik secara subyektif maupun obyektif. Interaksi antara bawaan dan lingkungan ini akan saling mempengaruhi hingga pada kadar tertentu membentuk suatu perilaku yang menetap.Untuk membentuk suatu karakter dibutuhkan membentuk pikiran, perasaan, dan perilaku dari Individu terlebih dahulu. Pembentukan ini bisa dilakukan dengan pembiasaan. Penanaman kebiasaan dalam berinteraksi dengan lingkungannya biasanya diawali dengan peran orang tua dalam mendidik anak di rumah. Inilah yang juga menjadikan pentingnya pendidikan anak usia dini, karena di usia dini inilah kebiasaan mendasar yang baik akan dipupuk dan ditanam sebagai landasan pembelajaran kebiasaan baik berikutnya.2) Cara pembentukan karakterKebiasaan inipun haruslah kebiasaan yang baik saja yang dipupuk dan dipertahankan sementara kebiasaan yang buruk harus ditinggalkan. Kebiasaan ini belumlah menjadi suatu perilaku yang menetap, bila menginginkan kebiasaan baik ini menetap maka kebiasaan ini harus dirubah menjadi suatu kepribadian pada diri Individu. Kepribadian yang baik dan menetap inilah yang nantinya bisa menjadi karakter apabila kepribadian ini diwariskan. Pendidikan kepribadian ini baru bisa disebut pewarisan karakter apabila dilakukan tidak hanya dari seorang pendidik ke muridnya, namun juga dari setiap insan yang ada dalam suatu bangsa ke insan yang lainnya dari generasi ke generasi selanjutnya tanpa melihat perbedaan kelas ataupun tingkatan.3) Membentuk Karakter anak Bangsa
Bila setiap karakter yang ingin diwujudkan ini berbentuk seperangkat nilai-nilai, maka satu-satunya cara mewariskan nilai ialah melalui pembelajaran. Belajar ini sendiri dalam Hergenhahn dan Olson (2014) dinyatakan sebagai perubahan yang realtif permanen sebagai hasil dari proses penguatan secara praktis dan berulang.“Niteni, Neroke, Nambahi”Ki Hajar Dewantara mencontohkan dalam konsep “niteni” yang bermakna individu harus memperhatikan gurunya untuk bisa belajar dengan baik, ia harus “neroke” atau mencontoh perilaku yang patut diteladani dari gurunya dan ketika Ia semakin beranjak dewasa, Individu harus “nambahi” atau menambahkan dan memperbaiki ajaran gurunya bila ada hal yang kurang dengan hal yang baikbaikB. Tujuan dan manfaat
Tujuan edukasi karakter ialah penanaman nilai dalam diri murid dan pembaruan tata kehidupan bareng yang lebih menghargai kemerdekaan individu. Tujuan jangka panjangnya tidak lain ialah mendasarkna diri pada tanggapan aktif kontekstual pribadi atas impuls natural sosial yang diterimanya, yang padagilirannya semakin mempertajam visi hidup yang bakal diraih lewat proses pembentukan diri secara terus-menerus.Tujuan jangka panjang ini adalahpendekatan dialektis yang semakin mendekatkan dengan kenyataa yang idea, melewati proses refleksi dan interaksi secara terus menerus antara idealisme, opsi sarana, dan hasil langsung yang bisa dievaluasi secara objektif.Pendidikan Karakter pun bertujuan menambah mutu penyelenggaraan dan hasil edukasi di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan sebanding sesuai dengan standar kompetensi kelulusan. Melalui edukasi karakter, diinginkan peserta didik dapat secara berdikari meningkatkan dan memakai pengetahuaannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sampai-sampai terwujud dalam perilaku sehari-hari.dengan adanya Pendidikan karakter di Indonesia potensi karakter anak akan berubah sesuai dengan apa yang di ajarkan pendidiknya, dari hal itu kita sebagai calon pendidik harus memberikan yang terbaik bagi peserta didik kita nantiC. Kajian teoriPendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang harus dilakukan.Sekarang mulai banyak sekolah – sekolah di Indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut. Mereka diajarkan bagaimana cara bersifat terhadap orang tua, guru –guru ataupun lingkungan tempat hidup.Mudah – mudahan dengan diterapkannnya pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak –anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa. Bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya. Dan makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab. Walaupun mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu ajarkanlah kepada anak bangsa pendidikan karakter sejak saat ini.D. SimpulanPendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat yang melibatkan aspek pengetahuan , perasaan , dan tindakan.E. SaranPendidikan karakter harus dilakukan secara menyeluruh. Pembentukan karakter harus dimulai sedini mungkin, orangtua harus mampu mendidik dan membina anak-anaknya, agar kelak menjadi generasi penerus yang dapat membanggakan bangsa dan Negara. Pendidikan karakter juga harus tetap diterapkan dalam lingkungan sekolah , jadi para guru dan para pendidik harus mampu mengajarkan dan membina cikal bakal pemimpin Indonesia di masa mendatang.
Daftar pustaka
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. “ Arti
Pendidikan dan Karakter”. 11 Februari 2015.
Menurut Liyuwanadefi, Shentia.”Makalah Pendidikan
Karakter”.11 Februari 2015
Menurut Mukti, Sonia Nurul.”Makalah pendidikan
karakter”. 11 Februari 2015
Menurut
(King, 2012) karakter anak indonesia
Menurut
Hergenhahn dan Olson (2014) perkembangan karakter anak
Menurut Ki Hajar
Dewantara (niteni, neroke, nambahi)
Menurut Ali Ibrahim Akbar, 2000, Tentang Pendidikan Karakter. Rajawali,
Jakarta
Menurut Ramli,
T., (2003). Pendidikan Moral dalam Keluarga karakter. Grasindo; Jakarta
Komentar
Posting Komentar